Powered By Blogger

Search This Blog

Friday, December 31, 2010

Auger Mining

 Auger mining adalah metode tambang terbuka untuk bahan galian yang dilakukan pada dinding-dinding ultimate pit limit.(Contoh : batubara).Auger mining akan menghasilkan lubang-lubang yang terbentuk pada dinding pit.
Metode ini menjadi pilihan alternatif sebelum putusan akhir memilih metode tambang bawah tanah (underground mining).Selain itu jika diusahakan dengan metode open pit mining biaya operasional sangat besar serta stripping ratio (sr) yang dihasilkan sangat tinggi, yaitu perbandingan bahan galian yang diambil dengan lapisan tanah penutupnya.
Auger mining jika dilakukan pada batubara yaitu arah penambangan searah kemiringan batubara (dip).Sebagai gambaran yaitu bahwa pada dinding (highwall) pit limit suatu open pit yang masih terlihat freeface batubara dilakukan proses penambangan dengan auger searah kemiringan batubara tersebut (dip).
Adapun di Indonesia metode ini pernah digunakan oleh PT. Indominco Mandiri di Sangatta Site, Kalimantan Timur yaitu pada seam 13.

Pit Limit Dan Optimasi Pit

Pit Limit atau Pit Shell adalah batasan optimum metode tambang terbuka pada tambang batubara.

Pit Limit atau Pit Shell sangat dipengaruhi oleh 4 faktor utama di bawah ini :

1. Biaya pemindahan lapisan tanah penutup batubara penutup atau over burden (OB) per bcm, ini merupakan parameter operasional

2. Biaya penambangan batubara atau coal mining per ton, ini merupakan parameter operasional

3. Harga jual batubara atau coal price per ton, ini merupakan parameter marketing 

4. Besaran iuran produksi, ini merupakan parameter regulasi pemerintah 

Di luar keempat faktor utama di atas tersebut hanya berpengaruh pada net present value (NPV).

Optimasi Pit adalah usaha untuk menentukan batas tambang yang terbaik atau ultimate pit limit dan mentukan cadangan optimum yang dapat memberikan net present value (NPV) maksimal.

Optimasi Pit sering menggunakan metode :
1. Metode Leareh-Grossman : untuk tambang bijih
2. Metode kerucut mengambang atau floating / moving cone : untuk tambang bijih
3. Metode penambahan ekspansi pit atau incremental pit expansion : untuk tambang batubara pada tambang terbuka

Variable Optimasi Pit :
1. Model geologi sumberdaya batubara
2. Model ekonomi

Tuesday, December 28, 2010

Double Set

Double set adalah posisi alat angkut / hauler berada sejajar berdampingan pada point loading saat alat gali mengisi muatan salah satu alat angkut / hauler tersebut.Syaratnya point loding luas sehingga saat double set jarak aman berdampingan alat angkut tersebut terpenuhi.

Bottom Loading

Bottom loading adalah posisi alat gali berada di bawah sementara material ob yang akan dibongkar / diloading berada di atas / sejajar kedudukan alat gali tersebut.


Top Loading

Top loading adalah posisi alat gali berada di atas sementara material ob yang akan dibongkar / diloading berada di bawahnya.

Monday, December 27, 2010

Overburden Removal

Overburden Removal 

Overburden removal adalah kegiatan pemindahan dan pengangkutan lapisan tanah penutup batubara ke tempat penimbunan.

Lapisan tanah penutup batubara berupa overburden (OB) maupun interburden (IB).

Lapisan tanah penutup batubara secara umum merupakan batuan sedimen, antara lain : batupasir (sandstone), batulempung (claystone), batugamping (limestone), napal, dll.

Tempat penimbunan lapisan tanah penutup batubara disebut disposal.

 Disposal ada 2 jenis yaitu : 
- Inpit Dump (IPD) atau Backfilling Dump (BFD) yaitu tempat penimbunan lapisan tanah penutup batubara di area bekas tambang yang sudah mined out.

- Outpit Dump (OPD) atau Waste Dump (WD) yaitu tempat penimbunan lapisan tanah penutup batubara di luar area penambangan aktif dan tidak menimbun area bekas tambang.

Gambar Outpit Dump (OPD) atau Waste Dump (WD)

Gambar Outpit Dump (OPD) atau Waste Dump (WD)


Gambar Inpit Dump (IPD) atau Backfilling Dump (BFD)

Gambar Inpit Dump (IPD) atau Backfilling Dump (BFD)


Metode overburden removal antara lain :
- Trucking yaitu penggalian tanah penutup batubara menggunakan alat gali berupa excavator jenis backhoe atau shovel dan pengangkutannya menggunakan dump truck atau off highway truck sampai ke disposal.

- Trucking and conveying yaitu kombinasi antara trucking seperti metode di atas selanjutnya dump truck atau off highway truck dumping ke hopper selanjutnya lapisan tanah penutup batubara diangkut menggunakan conveyor ke disposal.

- Conveying yaitu penggalian lapisan tanah penutup menggunakan bucket wheel excavator (BWE) dan pengangkutannya menggunakan conveyor ke disposal.

Sistem conveying ada 2 yaitu :
- IPCC (Inpit Crushing and Conveying), contoh : PT. Indominco Mandiri

- OPCC (Outpit Crushing and Conveying), contoh : PT. Adaro Indonesia




Sunday, December 26, 2010

Perawatan Jalan Angkut Batubara Menggunakan Laterit Kalimantan (Borneo Laterite)

Perawatan Jalan Angkut Batubara Menggunakan Laterit Kalimantan Atau Borneo Laterite

Perawatan jalan angkut batubara sangat penting dan wajib rutin dilakukan, untuk :
1. Keselamatan dan kesehatan kerja
2. Kelancaran produktivitas
3. Kelancaran coal flow

Pada kesempatan ini pembahasan artikel perawatan jalan angkut batubaranya mengenai pelapisan jalan angkut batubara atau surfacing.

Adapun material yang digunakan dalam pelapisan atau surfacing adalah laterit kalimantan atau borneo laterit.

Di beberapa daerah lainnya ada istilah atau nama lain selain laterit kalimantan, antara lain :
- Di Bontang disebut scroria atau samut
Di Berau disebut scoria atau red mudstone
- Di Kalimantan Selatan disebut laterit atau tanah laterit


Mengenai laterit kalimantan atau borneo laterite dapat dilihat pada video di bawah ini :






Tahapan pelapisan atau surfacing sebagai berikut :
1. Laterit ditumpah atau dumping pada segmen jalan yang diperbaiki


2. Selanjutnya laterit ditebar atau spreading dan diratakan


3. Selanjutnya laterit dipadatkan atau compacting